JAKARTA ̶ Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia, namun tantangan dalam mendata dan melindungi flora nusantara tetap menjadi pekerjaan besar. Menjawab tantangan tersebut, Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara (YTAN) terus memperkuat komitmennya dalam memasyarakatkan ilmu botani melalui inisiatif ambisius bertajuk “Botani Untuk Semua.”
Sejak menginisiasi kanal Digital Flora of Indonesia, yayasan ini konsisten membangun pangkalan data (database) komprehensif yang dapat diakses oleh berbagai kalangan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa informasi mengenai kekayaan hayati Indonesia tidak hanya tertahan di laboratorium, tetapi juga sampai ke tangan masyarakat luas.
Perjalanan YTAN menyusuri hutan dan pelosok dari Sabang sampai Merauke membuahkan hasil yang signifikan bagi dunia ilmu pengetahuan. Sejak tahun 2023, yayasan ini tercatat sangat aktif memberikan kontribusi akademis.
Tercatat sebanyak 34 publikasi ilmiah telah berhasil menembus jurnal-jurnal ternama, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal yang paling membanggakan adalah 65% dari publikasi tersebut merupakan pengumuman atas penemuan flora jenis baru yang sebelumnya belum pernah tercatat dalam sejarah ilmu pengetahuan.
Secara rinci, sumbangsih ilmiah tersebut meliputi: 22 Spesies Baru yang berhasil dipertelakan untuk pertama kalinya ke hadapan dunia. Selain penemuan jenis, publikasi yang dihasilkan mencakup data krusial terkait genetika, ekologi, sebaran distribusi, hingga status konservasi tumbuhan. Pun hilirisasi hasil riset dalam kegiatan aksi konservasi seperti restorasi kawasan dan monitoringnya serta kegiatan seosial edukasi bertema flora Nusantara tidak henti-hentinya digaungkan.
Tidak hanya fokus pada aspek penelitian, Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara juga berperan aktif dalam fungsi pengawasan. YTAN menjalin kerja sama erat dengan berbagai pihak lintas sektor untuk memantau peredaran dan transaksi tumbuhan asli nusantara.
“Tujuan kami jelas: mencatat, mempublikasikan, dan menyebarluaskan informasi. Kami ingin memastikan keragaman spesies tumbuhan asli Indonesia terjaga dari eksploitasi ilegal melalui pengawasan yang ketat dan edukasi berbasis data,” ujar Roland P.P. Ahmad, Direktur yayasan dalam keterangan tertulisnya.
Melalui semangat “Botani Untuk Semua”, Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara berharap masyarakat Indonesia semakin bangga dan peduli terhadap kekayaan hijau yang tumbuh di tanah airnya sendiri. Dengan data yang kuat di tangan, masa depan konservasi flora Indonesia kini memiliki pondasi yang lebih kokoh.

